Batik Cap

Seperti diketahui bahwa jenis batik dilihat dari proses pembuatannya secara umum ada 3 yaitu batik printing, batik cap dan batik tulis. Batik printing dibuat dengan cara di sablon. Batik Cap diproduksi dengan cara di stempel. Sedangkan batik tulis dihasilkan dengan cara ditulis dengan canting. Dari ketiga jenis batik tersebut, batik cap menjadi alternatif pilihan yang rasional apabila ingin membeli batik dengan budget yang terbatastapi kualitas pewarnaannya lebih wantek atau tidak mudah pudar.

Proses pewarnaan batik cap dilakukan dengan cara dicelupkan kedalam pewarna kain, sehingga kedua belah sisi kain, luar dan dalam, dapat terwarnai dengan baik. Hal ini berbeda dengan proses pewarnaan batik printing, dengan proses sablon, hanya satu sisi saja mendapatkan warna sehingga sisi yanglain tidak akan terlihat ada semburat putih. Biasa disebut coraknya tidak tembus.

Batik cap secara sepintas dapat dilihat dari coraknya yang berulang tiap beberapa centimeter. Pengulangan corak tersebut tergantung dari alat cap atau stempel yang digunakan. Umumnya ukuran cap adalah 20 cm x 20 cm, atau 24 cm x 24 cm.

Sejarah mencatat batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920. Sebelum itu produksi batik dihasilkan dengan cara ditulis dengan canting yaitu batik tulis. Proses produksi batik cap dapat menghasilkan jauh lebih banyak dibanding batik tulis. Dengan bantuan stempel cap tersebut perkerjaan memberikan perintan lilin pada kain mori jauh lebih cepat dibanding dengan batik tulis.

Corak batik cap

Corak-corak batik cap umumnya geometris seperti bentuk-bentuk segiempat, segiempat panjang atau lingkaran. Corak tersebut menghasilkan corak golongan Banji, Ceplok, Ganggang,dang Kawung. Ada juga bentuk geometris garis miring seperti belah ketupat yang menelorkan corak golongan motif parang dan udan liris.

Close Menu
×
×

Cart